Anak Electron
//

MY LAPORAN

Senin, 16 April 2012

LAPORAN BIOLOGI UMUM


A. JUDUL                 ; MENGENL STRUKTUR SEL DAN PEMBUATAN
                                      PREPARAT
B. TUJUAN PRAKTIKUM:
v  Menjelaskan struktur sel hewan dan sel tumbuhan
v  Menyebutkan bagian-bagian sel hewan dan tumbuhan
v  Mengetahui cara pembuatan sediaan segar
C. DASAR TEORI
     SEL    
   Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah,  sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.
   Makhluk hidup (organisme) tersusun dari satu sel tunggal (uniselular), misalnya bakteri, Archaea, serta sejumlah fungi dan protozoa) atau dari banyak sel (multiselular). Pada organisme multiselular terjadi pembagian tugas terhadap sel-sel penyusunnya, yang menjadi dasar bagi hirarki hidup.
   Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme, namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi.
   Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata sel berasal dari kata bahasa Latincellula yang berarti rongga / ruangan.
Gambaran sel gabus berdasarkan penelitian Robert Hooke
 
   SEDIAAN  
   Sediaan adalah sesuatu yang akan dioeriksa di bawah mikroskop. Pada
umumnya, spesimen yang akan diperiksa diletakkan di atas gelas objek dan
ditutup dengan gelas penutup. Secara garis besar ada tiga jenis sediaan, yaitu :
1. Sediaan segar.
Yaitu sediaan yang tidak tahan disimpan lama dan dibuat pada saat akan
dilakukan pengamatan, dengan cara membuat irisan tipis (untuk sel-sel
tumbuhan) atau cara lain, misalnya untuk melihat sel-sel darah merah, sel-sel
epithelium dari mukosa mulut, dan lain-lain. Untuk sediaan segar ini biasanya
hanya digunakan medium air.
2. Sediaan semi awetan.
Hampir sama dengan sediaan segar, hanya saja digunakan medium yang dapat
menahan penguapan, sehingga sediaan dapat tahan sampai beberapa hari.
3. Sediaan awetan.
Sediaan dibuat dengan melalui beberapa fase perlakuan, agar supaya sediaan
sedapat mungkin tidak rusak dan dapat tahan disimpan sampai beberapa puluh
tahun. Biasanya digunakan medium "canada balsam".

D. ALAT DAN BAHAN;
1.      Mikroskop
2.      Pipet tetes
3.      Gelas objek
4.      Gelas penutup
5.      Kapas
6.      Tusuk
7.      Selaput dalam umbi bawang merah
8.      Aquadest

E. PROSEDUR KERJA
1.      Dengan menggunakan pinset, mengambil selaput bagian dalam umbi lapis yang berwarna putih dari bawang merah
2.      Meletakkan selaput tipis tadi pada gelas objek
3.      Meneteskan aquades, kemudian tutuplah dengan gelas penutup
4.      Mengamati dibawah mikroskop dan menggambar 2 atau 3 sel serta memberikan keterangan dari bagian-bagian sel yang nampak

F. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

    Hasil Pengamatan
1.      Struktur Sel Tumbuhan ( Allium cepa L.)
Setelah mengamati sel tumbuhan ini dengan menggunakan perbesaran total 100 kali ( lensa okuler= 10 kali dan objektif= 10 kali ), maka diperoleh sel Allium cepa L. terdiri dari dinding sel dan inti sel.


2.      Struktur Sel Tumbuhan ( Mukosa pipih )
Pada sel Mukosa pipih ditemukan adanya membran dan inti sel berdasarkan pengamatan 50 kali perbesaran ( 10 kali okuler dan 5 kali objektif ).


    Pembahasan
    DINDING SEL
   Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel terdiri daripada selulosa yang kuat yang dapat memberikan sokongan, perlindungan, dan untuk mengekalkan bentuk sel. Terdapat liang pada dinding sel untuk membenarkan pertukaran bahan di luar dengan bahan di dalam sel.
   Dinding sel itu tipis, berlapis-lapis, dan pada tahap awalnya lentur. Lapisan dasar yang terbentuk pada saat pembelahan sel terutama adalah pektin, zat yang membuat agar-agar mengental. Lapisan inilah yang merekatkan sel-sel yang berdekatan. Setelah pembelahan sel, tiap belahan baru membentuk dinding dalam dari serat selulosa. Dinding ini terentang selama sel tumbuh serta menjadi tebal dan kaku setelah tumbuhan dewasa.

   INTI SEL
   Inti sel atau nukleus sel adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linear panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein seperti histon. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel. Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri. Nukleus merupakan organel pertama yang ditemukan, yang pertama kali dideskripsikan oleh Franz Bauer pada 1802 dan dijabarkan lebih detil oleh ahli botani Skotlandia, Robert Brown pada tahun 1831.
    Elemen struktural utama nukleus adalah membran inti, suatu membran lapis ganda yang membungkus keseluruhan organel dan memisahkan bagian inti dengan sitoplasma sel, serta lamina inti, suatu struktur dalam nukleus yang memberi dukungan mekanis seperti sitoskeleton yang menyokong sel secara keseluruhan. Secara garis besar, membran inti terdiri atas tiga bagian, yaitu membran luar, ruang perinuklear, dan membran dalam. Membran luar dari nukleus berkesinambungan dengan retikulum endoplasma (RE) kasar dan bertaburan dengan ribosom. Sifat membran inti yang tak permeabel terhadap sebagian besar molekul membuat nukleus memerlukan pori inti agar molekul dapat bergerak melintasi membran. Pori nukleus bagaikan terowongan yang terletak pada membran nukleus yang berfungsi menghubungkan nukleoplasma dengan sitosol. Fungsi utama dari pori nukleus adalah untuk sarana pertukaran molekul antara nukleus dengan sitoplasma. Molekul yang keluar, kebanyakan mRNA, digunakan untuk sintesis protein. Pori nukleus tersusun atas 4 subunit, yaitu subunit kolom, subunit anular, subunit lumenal, dan subunit ring. Subunit kolom berfungsi dalam pembentukan dinding pori nukleus, subunit anular berguna untuk membentuk spoke yang mengarah menuju tengah dari pori nukleus, subunit lumenal mengandung protein transmembran yang menempelkan kompleks pori nukleus pada membran nukleus, sedangkan subunit ring berfungsi untuk membentuk permukaan sitosolik (berhadapan dengan sitoplasma) dan nuklear (berhadapan dengan nukleoplasma) dari kompleks pori nukleus.
   Meskipun bagian dalam nukleus tidak mengandung badan yang dibatasi oleh membran, isi nukleus tidak seragam dan memiliki beberapa badan subnukleus yang terbentuk dari protein-protein unik, molekul RNA, serta gugus DNA. Contoh utama dari badan subnukleus adalah nukleolus, yang terutama terlibat dalam pembentukan ribosom. Setelah diproduksi oleh nukleolus, ribosom diekspor ke sitoplasma untuk menjalankan fungsi translasi Mrna
.
   MEMBRAN SEL
   Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel.

G. Jawaban Tugas
1.       











DAFTAR PUSTAKA
http://e_Isa.net /downloads/mod2.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar