Anak Electron
//

MY LAPORAN

Kamis, 05 April 2012



PEMBUATAN MODEL-MODEL MOLEKUL





A.     TUJUAN PERCOBAAN
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui model-model molekul dari suatu senyawa.

B.     KAJIAN TEORI

Bentuk molekul, yaitu suatu gambaran geometris yang dihasilkan jika inti atom- atom terikat dihubungkan oleh garis lurus.  Karena dua titik membentuk suatu garis lurus, maka semua garis lurus diatomik berbentuk linear.  Tiga titk membentuk maka semua molekul triometrik berbentuk  datar (planar).  Bentuk datar dan benmtuk linear kadang-kadang ditemui, akan tetapi biasanya jumlah atom menemukan gambaran tiga mitra.  Bentuk molekul tidak dapat diramalkan dari rumus empiris, tetapi harus melalui percobaan (Sukarti, 1996).
Dalam bentuk molekul dikenal adanya teori ikatan valensi.  Teori ini menyatakan bahwa ikatan ikatan antar atom terjadi dengan cara saling bertindihan dari orbital-orbital atom.  Elektron dalam orbital yang tumpah tindih harus mempunyai bilangan kuantum spin yang berlawanan.  Pertindihan antara dua sub kulit s tidak kuat, oleh karena distribusi muatan yang berbentuk bola, oleh sebab itu pada umumnya ikayan s-s relatif lemah.  Sub kulit p dapat tindih dengan sub kulit s atau sub kulit p lainnya, ikatannya relatif lebih kuat, hal ini dikarenakan sub kulit p terkonsentrasi pada arah tertentu (www.id.free.vlsm.org. Diakses tanggal 13 november 2007).
Geometri molekul merujuk pada susunan tiga-dimensi dari atom-atom dalam molekul.  Untuk molekul yang relatif kecil yang atom pusatnya mengandung dua hingga enam ikatan, geometri dapat diramalkan dengan baik dengan model tolakan pasangan elektron kulit valensi (TPEKV).  Model ini didasarkan pada asumsi bahwa ikatan kimia dan pasangan elektron bebas cendrung sejauh mungkin untuk meminimalkan tolakan.  Dalam molekul diatomik, selisih kekelektronagatifan dari atom-atom yang berikatan menghasilkan ikatan polar dan momen dipol.  Momen dipol suatu molekul yang tersusun atas tiga atom atau lebih bergantung pada kepolaran ikatan dan geometri molekul.  Pengukuran momen dipol dapat membantu kita untuk membedakan berbagai geometri molekul yang mungkin.
Hidrasi adalah gambaran mekanika kuantum tentang ikatan kimia.  Orbital atom terhibridisasi, atau bercampur, untuk membentuk orbital hibrida.  Orbital-orbital ini kemudian berinteraksi dengan orbital atom yang lain untuk membentuk ikatan kimia.  Berbagai geometri molekul dapat dihasilkan dari hibridasi yang berbeda.  Konsep hibridasi menjelaskan pengeculaian aturan oktet dan juga menjelaskan pembentukan ikatan rangkap dan ikatan rangkap tiga (Chang,2001).
Ikatan yang terjadi pada intermolekul dibagi menjadi tiga jenis yaitu ikatan hidrogen, ikatan van der waals, dan ikatan efek orientasi. Ikatan hidrogen ialah ikatan yang terjadi antara atom H dalam satu molekul dengan atom yang lain pada molekul tetangganya yang sangat elektronegatif dan jari-jari atomnya sangat kecil. Iktan van der waals adalah ikatan tarik menarik antara molekul-molekul non polar sedangakan efek orientasi ikatn yang terjadi secara tarik menaarik dipol positif sebuah molekul dan dipol negatif (Lillasari, 1993).
Teori VSEPR (valensi shell elektron pair repulsion) menyatakan bahwa baik pasangan elektron dalam ikatan kimia ataupun pasangan elektron yang tidak dipakai bersama (yaitu pasangan elektron mandiri) saling tolak menolak. Pasangan elektron cenderung untuk berjauhan satu sama lain. Atau, menurut asas eksklusi pauli, jika sepasang elektron menempati suatu orbital elektron lain, bagaimanapun rotasinya tidak dapat berdekatan dengan pasagan tersebut. Teori VSEPR mengambarkan pasangan elektron terhadap inti dari suatu atom (petrucci, 1985).
Banyaknya ikatan kovalen yang dibentuk oleh sebuah atom bergantung pada banyaknya elektron tambahan yang diperlukan agar atom itu mencapai suatu konfigurasi gas mulia.  Misalnya, sebuah atom netral hidrogen memerlukan satu elektron lagi untuk mencapai konfigurasi elektron dari He, oleh karena itu, hidrogen membentuk satu ikatan kovalen (Fessenden dan Fessenden , 1986).

C.     ALAT DAN BAHAN

Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah : seperangkat model molekul (molimod)

D.    PROSEDUR KERJA

Molimod
-         dibuat model molekul untuk masing-masing senyawa berikut
NH3
CH4
H2O
BaCl2
BF3
PF5
SF6
-         ditentukan nama untuk masing-masing model molekul
-         digambarkan dan ditentukan besar sudut ikatannya
CH4     à Tetrahedral, 109,5°
NH3     à Trigonal piramida, 107°
H2O     à bentuk “V” 104,5°
BaCl2   à Linear, 180°
BF3      à Trigonal planar, 120°
PF5      à Trigonal bipiramida, 120° dan 90°
SF6      à Oktahedral, 90°
1.

















C4H10 (Butana)
2.
-         dibuat model strukturnya dengan menggunakan molimod (n-butana dan iso butana)
-         dicari isomer strukturnya (dengan merangkai sedemikian rupa)
-         digambar pada data pengamtan




n- butana beisomer struktur dengan iso butana (2 – metal propana)



3.
C4H10 (Butana)
-                     dibuat model molekulnya dengan menggunakan molimod (cis 1,2-dikloroetena dan tran 1,2-dikloroetena)
-                     dicari isomer geometrinya
Cis 1,2-dikloroetena berisomer geometri dengan trans 1,2-dikloroetena






















E.     HASIL PENGAMATAN


No
Molekul
Bentuk
Sudut
Nama
Gambar
1.
CH4


Tetrahedral
109,5°
Metana





2.
NH3
Segitiga piramida
107°
Amonia





3.
H2O
Huruf V
104,5°
Hidrogen oksida





4.
BaCl2
linear
180°
Barium klorida






5.
BF3
Segitig datar (planar)
120°
Boron trifluorida






6.
PF5
Trigonal bipiramida
120°, 90°, 180°
Fosfor pentafluorida





7.
SF6
Oktahedral
90°
Sulfur heksafluorida






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar